January 2012
32 posts
Ternyata justru adamu yang mendatangkan ku, hidup yang layak untuk dicuri
– January 18, 2012
Apa benar hidupku telah kau curi? Aku melihat ke dalam ruang kosong dan tak...
– January 18, 2012
Memori bersinggungan. Memilih antara menjadi yang dianggap atau yang dilupakan
– January 18, 2012
Genit sinar mentari setiap hari, mengolok-olok fantasi bodoh kita semalam tadi
– January 18, 2012
Aku terpisah dari gerombolan serdadu rindu. Berjalan susah payah di atas tanah...
– January 18, 2012
Jika hubungan kita masih kekal setahun ke depan, tentu akan ku ajak orang tuamu...
– January 18, 2012
Jatuh cinta itu gila. Kentutmu saja terdengar indah di telinga
– January 18, 2012
Apa definisi rindu buatmu? Apa seperti seharusnya tiap hari bisa bertemu?
– January 18, 2012
Melalui rindu, kutitipkan segala kepunyaanku
– January 18, 2012
Aku belajar dari hujan, bagaimana caranya menemukan tempat berteduh
– January 18, 2012
Aku belajar dari angin, bagaimana caranya membuat waktu berlalu
– January 18, 2012
Hujan bertarung di luar jendela. Menabuh genderang seperti akhir dunia
– January 18, 2012
Diam, malam mengelilingimu. Tidur, kegelapan menemukanmu. Mimpi, teror...
– January 18, 2012
Sekali waktu, kita ditelan lelah hingga sayu
– January 18, 2012
Bahkan diammu menggema di ruang-ruang kosong diriku
– January 18, 2012
Seekor burung dan setangkai bunga terjerat dalam cahaya matahari. Menghisap...
– January 18, 2012
Gagak berkoak, mengejar matahari. Di dahan pohon yang botak, telur-telurnya...
– January 18, 2012
Angin Desember menjerat matahari. Panasnya terbawa pergi
– January 18, 2012
Kamu bisa datang sekarang. Atau kamu bisa datang nanti. Atau kapanpun. Asalkan...
– January 18, 2012
Bayangkan hidup tanpa aksara, takkan ada kata antara ku dan nya
– January 18, 2012
Pengamen cilik ini, sudah terhimpit ekonomi, terhimpit bau kaki. Kapan...
– January 18, 2012
Ruang pengap. Tak banyak yang dapat diungkap, jika sedang terperangkap
– January 18, 2012
Perhatikan bagaimana kenanganmu bersarang. Satu berkaitan pas dengan yang lain
– January 18, 2012
Pikiranmu berkelana dalam pikiranku. Aduh, tersesat sampai pusing!
– January 18, 2012
Melalui hujan, dikirimkanNya tetesan mata air dan air mata
– January 18, 2012
Di lain keadaan, mulut kita sedang bengkak dengan rasa sengatan lebah karena...
– January 18, 2012
Kita. Dengan satu kata sederhana, aku dan kamu bersama. Namun masih mengakui...
– January 18, 2012
Aku suka, ketika jemari kita terkepang bersama
– January 18, 2012
Senja memudar nakal, tiba saat kita berpisah tanpa menyesal
– January 18, 2012
Marilah kita makan, Teman. Sebelum dimakan teman
– January 18, 2012
Kapan kamu mau taubat dari kebiasaanmu mengumpat? Katanya sebentar lagi kiamat
– January 18, 2012
Kau itu gula-gula rindu, yang acap kali membagi rasa haru juga sendu
– January 18, 2012
December 2011
8 posts
Tiga hangat yang menyenangkan (di Minggu pagi): hangat sapaan, hangat pelukan,...
– December 11, 2011
Sekantong damai, setangkup mentari, dan suara pagi. Segala yang berantakan...
– December 11, 2011
Mari kita melarikan diri ke arah terbenamnya matahari dan mencari pelangi malam...
– December 11, 2011
Beberapa kata begitu manis, yang lain begitu pahit. Sama, keduanya mampu membuat...
– December 11, 2011
Anak matahari setiap pagi turun ke bumi. Belajar bagaimana kelak mereka harus...
– December 11, 2011
Langit di ufuk timur, samar-samar dengan pagi ia membaur. Liur anak-anak kencur,...
– December 6, 2011
Wajah-wajah pagi menguap. Matanya mengerjap. Digelayuti perasaan masih ingin...
– December 6, 2011
Pagi ini bumi berlaku adil, bukan? Memberi kesempatan pada anak-anak matahari...
– December 6, 2011
November 2011
26 posts
Sobekan awan digantung-gantung di atas horizon. Sinar matahari yang lemah, diam...
– November 30, 2011
Tingkahmu menggelikan. Aku tergelitik cekikikan
– November 30, 2011
Kenapa?
Temaram cahaya dan sebuah buku dengan halaman terbuka yang tak kubaca. Disitu kedua tanganku menengadah terbuka. Hampa. Mungkin sembari berharap sebuah asa kembali tiba. Hati membara. Mulut menganga. Tatapan luka. Tanpa suara ku nyanyikan duka. Entah apa yang sebenarnya ku lakukan selain terjaga. Seperti seorang filsuf yang mempertanyakan kepercayaannya akan Tuhan, aku mempertanyakan apa yang...
Tiga lawan bicara menyebalkan: yang tanpa kontak mata, yang tidak sejalan, dan...
– November 24, 2011
Mereka tidak mau mendengarkan. Mereka masih tidak mau mendengarkan. Mereka...
– November 24, 2011
November penuh kabut. Banyak orang kalang-kabut. Melilit-lilit syal tebal mirip...
– November 24, 2011
Ada orang yang datang mengagetkan dengan terompet. Ada yang berjingkat dengan...
– November 24, 2011
Sementara kamu menangis, air sungai tetap menghaluskan batu. Jamur tetap tumbuh...
– November 24, 2011
Hidup tak selamanya teratur. Meski setengah mati diatur. Ada kalanya kau ceroboh...
– November 17, 2011
Kita tak mendengar cerita, atau mencari tempat tinggal. Kita sendiri adalah...
– November 17, 2011