Kenapa?
Temaram cahaya dan sebuah buku dengan halaman terbuka yang tak kubaca. Disitu kedua tanganku menengadah terbuka. Hampa. Mungkin sembari berharap sebuah asa kembali tiba. Hati membara. Mulut menganga. Tatapan luka. Tanpa suara ku nyanyikan duka. Entah apa yang sebenarnya ku lakukan selain terjaga. Seperti seorang filsuf yang mempertanyakan kepercayaannya akan Tuhan, aku mempertanyakan apa yang sebenarnya sedang ku keluhkan.